Sanghyang Kenit Bandung merupakan salah satu permata tersembunyi di Jawa Barat . Wisata ini menawarkan sensasi petualangan menyusuri aliran sungai dan gua purba yang menakjubkan. Terletak di kawasan Bandung Barat, destinasi wisata ini menjadi pilihan tepat bagi para pencinta alam yang mulai jenuh dengan hiruk-pikuk suasana perkotaan atau wisata mall.
Baca Juga: Sensasi Liburan ke Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung
Aliran air jernih di antara formasi batuan besar menciptakan pemandangan yang jarang ditemui di tempat lain. Hal ini menjadikan lokasi ini sangat populer bagi para pemburu konten visual maupun mereka yang ingin melakukan healing.

Keunikan Sejarah dan Daya Tarik Sanghyang Kenit Bandung
Daya tarik utama dari Sanghyang Kenit terletak pada nilai sejarah geologinya. Lokasi ini merupakan bagian dari aliran Sungai Citarum Purba yang kini arusnya cenderung lebih tenang karena adanya pembendungan untuk PLTA Rajamandala.
Kondisi debit air dangkal tersebut justru membuka akses bagi pengunjung untuk mengeksplorasi keindahan bebatuan purba yang sebelumnya terendam air.
Nama “Kenit” sendiri memiliki latar belakang unik. Konon, kata tersebut merujuk pada arus air yang memutar atau diasosiasikan dengan domba “kenit”. Yakni, hewan dengan corak sabuk melingkar di badannya yang menjadi bagian dari tradisi adat setempat di masa lalu.
Kini, nuansa mistis tersebut berganti menjadi kekaguman saat melihat jajaran stalaktit dan stalagmit yang menghiasi langit-langit gua sepanjang kurang lebih 700 meter.
Aktivitas Seru di Kawasan Wisata Sanghyang Kenit Bandung
Bagi pengunjung yang menyukai tantangan fisik, Sanghyang Kenit Bandung menyediakan berbagai fasilitas aktivitas luar ruangan memacu adrenalin. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
- Susur Gua (Cave Trekking): Petualangan selama 45 menit hingga satu jam menembus kegelapan gua dengan perlengkapan keamanan lengkap.
- Body Rafting dan Tubing: Memanfaatkan aliran sungai yang dingin dan segar untuk menyusuri area dari Sanghyang Tikoro kembali ke titik awal.
- Rappelling: Menuruni tebing batu bagi mereka yang ingin menguji kekuatan otot dan keberanian.
- Fotografi: Memanfaatkan latar belakang tebing batu artistik dan pantulan cahaya matahari yang masuk ke sela-sela gua.
Pengelola telah menyediakan perlengkapan keamanan. Adapun kelengkapannya meliputi helm dengan headlamp serta pelampung untuk memastikan keselamatan pengunjung selama beraktivitas di dalam air maupun gua yang gelap.
Kemudian, disarankan membawa baju ganti dan kantong plastik kedap air (dry bag) karena aktivitas body rafting pasti akan membuat seluruh pakaian basah.
Perbandingan Aktivitas: Susur Sungai vs Susur Gua
Perbandingan menarik dapat dilihat antara aktivitas Susur Sungai (Body Rafting) dan Susur Gua (Cave Trekking) di Sanghyang Kenit Bandung. Susur sungai lebih menonjolkan kesegaran air di area terbuka dengan pemandangan tebing bebatuan purba yang eksotis di bawah sinar matahari.
Sebaliknya, susur gua menawarkan pengalaman adrenalin yang lebih menantang dalam kegelapan total sejauh 700 meter untuk melihat stalaktit. Sementara susur sungai lebih bersifat santai dan bisa dinikmati dengan biaya murah, susur gua memerlukan persiapan fisik ekstra, peralatan keamanan lengkap (headlamp dan helm), serta biaya pemandu yang lebih tinggi.
Sebagaimana banyak didokumentasikan para petualang, termasuk di kanal Sukabumi Update, realita di lapangan memang menunjukkan bahwa berkunjung ke Sanghyang Kenit memberikan sensasi petualangan yang luar biasa. Seolah membawa langkah kaki kembali ke masa prasejarah saat melihat jajaran bebatuan purba yang eksotis. Salah satu momen paling berkesan adalah saat melakukan susur gua sepanjang 700 meter yang memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam.
Meskipun suasana di dalam gua cukup menantang, rasa aman tetap terjaga karena pengelola menyediakan fasilitas helm. Helm tersebut sudah dilengkapi lampu depan serta senter untuk menerangi stalaktit dan stalagmit yang memukau di sepanjang dinding gua. Akses jalan setapak dari parkiran menuju bibir gua cukup licin saat gerimis.
Lokasi, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk
Secara administratif, destinasi ini berada di Cisameng, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Akses menuju lokasi terbilang cukup baik dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam dari pusat Kota Bandung.
Pengunjung dapat menggunakan bantuan aplikasi peta digital dengan titik tujuan Gapura Waduk Saguling sebagai pintu masuk utama.
Harga tiket masuk sangat terjangkau, yakni hanya sekitar Rp8.000 per orang. Namun, untuk paket susur gua yang memerlukan peralatan khusus dan pemandu, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp150.000 per orang dengan minimal peserta tertentu. Fasilitas pendukung seperti warung makanan, area parkir, dan toilet juga sudah tersedia di sekitar lokasi.
Baca Juga: Eksotisme Curug Cimahi Bandung dengan Ketinggian 87 Meter
Sanghyang Kenit Bandung adalah destinasi yang memadukan keindahan alam purba dengan keseruan wisata petualangan. Adanya harga tiket yang sangat ekonomis, keindahan formasi batuan dan kejernihan airnya memberikan pengalaman wisata berkesan. Sangat disarankan untuk berkunjung pada musim kemarau. Hal ini untuk memastikan kondisi air tetap stabil dan aktivitas susur gua dapat berjalan dengan maksimal tanpa kendala cuaca. Debit air Citarum bisa meningkat drastis saat hujan di hulu, sehingga koordinasi dengan pengelola bendungan Saguling sangat krusial demi keselamatan.

Halo! Saya Firdan kreator di balik PinMeUpHoney. Sebagai orang yang menghabiskan hari-hari dengan menyesap kopi di sudut Bandung dan berburu kuliner tersembunyi, saya ingin memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik saat berkunjung ke kota ini. Semua yang saya tulis di sini adalah panduan jujur dari kacamata saya sebagai warga lokal. Let’s explore Bandung together!



