Sensasi Liburan ke Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung

Posted on

Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung merupakan salah satu wisata alam. Sebutan lain untuk Taman Ir Juanda ini adalah Tahura Djuanda. Lokasi konservasi ini juga cocok untuk dijadikan tempat edukasi dalam menambah ilmu pengetahuan alam maupun lingkungan. Tahura Djuanda menjadi destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga: Eksotisme Curug Cimahi Bandung dengan Ketinggian 87 Meter

Saat berkunjung ke tempat ini, terdapat berbagai pilihan wisata. Salah satu diantaranya adalah Curug Omas Maribaya. Di mana curug tersebut memiliki hawa yang sangat sejuk. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Taman Hutan Raya Bandung tersebut, simak penjelasan lengkapnya berikut.

Sensasi Liburan ke Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung
Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung tawarkan wisata edukasi. Foto: Istimewa

Destinasi Wisata Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung

Dulunya, taman ini mempunyai luas 30 hektar yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman, namun didominasi pohon pinus. Awalnya, hutan tersebut diresmikan oleh gubernur Jawa Barat pada tahun 1965. Tapi setelah peresmian tersebut, justru beberapa menteri mengusulkan perubahan pada Taman Hutan Raya.

Hingga pada tahun 1985, Presiden Soeharto meresmikan lokasi tersebut menjadi Taman Hutan Raya Ir Haji Juanda Bandung. Pemberian nama Ir H Djuanda tersebut karena bertepatan dengan kelahiran Insinyur Haji Djuanda.

Ketahuilah, taman ini juga menjadi paru-paru bagi Kota Bandung. Hal ini karena di dalamnya terdapat 2.500 jenis pohon.

Tahura Ir. H Djuanda menawarkan keindahan yang luar biasa. Saat mengunjunginya, hawa udaranya terasa menyegarkan, sejuk dan bebas polusi. Suasananya juga teduh dan asri karena di sekelilingnya ada berbagai pepohonan hijau.

Mengenai beberapa destinasi wisata yang berada di taman tersebut ialah sebagai berikut.

Gua Jepang

Berdasarkan catatan sejarah, Gua Jepang ini sudah ada sejak tahun 1942. Dahulunya gua tersebut dijadikan markas atau tempat penyimpanan alat logistik kemiliteran oleh negara Jepang. Tetapi masyarakat Indonesia yang disuruh secara paksa untuk membangun gua tersebut.

Suasana di dalam Gua Jepang sangat lembap dan gelap gulita, pengunjung disarankan menyewa senter seharga Rp5.000 di depan pintu masuk.

Gua Belanda

Kemudian ada Gua Belanda. Berbeda dengan Gua Jepang yang sebelumnya, Gua Belanda ini dibangun pada tahun 1912. Dahulu Gua Belanda difungsikan sebagai penyaluran air sungai Cikapundung untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga air.

Tetapi gua tersebut juga menjadi tempat penyimpanan mesin bagi para tentara Belanda. Pada saat Jepang menjajah Indonesia, tempat wisata ini dijadikan tentara Belanda untuk komunikasi antara militernya dengan Hindia Belanda.

Daya Tarik Gua Jepang vs Gua Belanda

Kedua gua yang ada di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda memiliki daya tarik tersendiri. Ketahui daya tarik tersebut supaya lebih antusias untuk mengunjunginya.

Untuk Gua Jepang memiliki jalan yang agak buruk. Ukurannya besar, lebar dan gelap. Karena hal itu, Gua Jepang hanya cocok untuk pengunjung yang memiliki nyali dan suka tantangan. Terlebih lagi, ada sebagian wisatawan yang mengaku pusing setelah mengunjunginya karena kurang oksigen atau tekanan udara.

Kemudian untuk Gua Belanda, memiliki jalan yang lumayan terstruktur dan rapi. Bentuknya terowongan namun cukup terang. Hal inilah yang membuat Gua Belanda lebih populer daripada Gua Jepang.

Curug Omas Maribaya

Untuk Curug Omas Maribaya yang ada di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung sebenarnya merupakan dua aliran sungai. Tak lain adalah Sungai Cikuluwung dan Cikawari. Pemandangan yang disuguhkan saat datang ke Curug Omas Maribaya juga sangat asri dan indah.

Museum Insinyur Haji Djuanda

Terakhir, ada Museum Insinyur Haji Djuanda. Museum ini merupakan kawasan tempat pelestarian tumbuhan serta satwa. Meskipun wisata Bandung ini tidak sebesar museum yang ada pada umumnya, tetapi pengunjung masih bisa belajar untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan.

Harga Tiket Masuk dan Lokasi

Lantas berapa harga tiket masuk ke Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung ini? Melansir website Dinas Pariwisata Bandung, untuk harga tiket masuknya juga sangat murah. Satu orangnya antara Rp15.000 sampai Rp20.000 saja (harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola).

Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban Alam di Kawah Putih Ciwidey Bandung

Buka pukul 8 pagi sampai 4 sore setiap harinya. Alamat lengkapnya berada di Kompleks Tahura, Jalan Ir H juanda nomor 99, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tips utama saat berkunjung adalah pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, karena mobilitas antar objek wisata dilakukan dengan berjalan kaki. Namun, rasa lelah akan terbayar lunas saat tiba di tempat wisatanya.